jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah durasi dan titik pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan dan merespons imbauan pemerintah pusat.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, CFD di Surabaya tetap akan digelar pada akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang bekerja atau melintas di kota.
"Kalau kita kan CFD sudah pasti ya, hari Sabtu dan Minggu, tetapi rata-rata Minggu, kalau (CFD) hari biasa nggak mungkin,” ujar Eri, Jumat (3/4).
Menurut Eri, jumlah penduduk dan mobilitas harian di Surabaya mencapai delapan juta jiwa sehingga penerapan CFD pada hari biasa akan menyulitkan warga.
"Makanya kami akan jaga, tetapi nanti yang untuk hari Minggu yang akan kita perbanyak sehingga kami akan perbanyak titiknya,” kata dia.
Saat ini, CFD digelar rutin setiap Minggu di sejumlah wilayah, antara lain Jalan Darmo, Jalan Tunjungan, Jalan Jemur Andayani, Jalan Kertajaya, hingga Kota Lama Kembang Jepun.
Selain itu, Pemkot Surabaya berencana menerapkan kebijakan ASN menggunakan transportasi umum ke kantor pada Rabu atau Kamis untuk menghemat energi dan BBM.
"Kalau (ASN) yang mobilnya listrik ya silakan. Jadi, mobil listrik, sepeda motor listrik, sudah ada kan di pemkot. Jadi, (itu) terkecuali, silakan pakai,” jelas Eri.

















































