kaltim.jpnn.com, KUTAI TIMUR - Penantian panjang masyarakat di Kutai Timur selama 13 tahun akhirnya terjawab.
Jembatan Sungai Nibung yang menghubungkan Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan Kecanatan Sangkulirang akhirnya resmi beroperasi.
Jembatan senilai Rp 176 miliar ini memiliki bentang utama sepanjang 390 meter, dilengkapi jalan akses 135 meter dan 500 meter.
Kehadirannya menjadi jalur strategis penghubung wilayah pesisir utara Kaltim, termasuk arus lalu lintas dari Berau dan Kalimantan Utara.
“Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi jembatan harapan. Ia membuka akses pertumbuhan ekonomi, memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat meresmikan Jembatan Sungai Nibung di Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun, Kutim pada Selasa (24/2).
Proyek ini telah dinantikan selama 13 tahun dan sempat menghadapi berbagai tantangan teknis, administrasi, pembiayaan, hingga faktor cuaca.
Meski sempat mengalami keterlambatan dari target akhir 2024, pemerintah memastikan penyelesaiannya pada 2025 sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
Dengan beroperasinya jembatan ini, mobilisasi warga dipastikan lebih lancar, waktu tempuh lebih efisien, serta distribusi barang dan jasa semakin cepat dan terjangkau.

















































