jpnn.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) memonitor langsung perkembangan pengobatan aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus.
Andri merupakan korban penyiraman air keras yang diduga melibatkan anggota BAIS TNI. Dia kini sedang dirawat di RSUP Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Kepala Kantor Wilayah KemenHAM DKI Jakarta Mikael Azedo Harwito mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal, terutama pada bagian mata kanan korban yang mengalami dampak paling serius.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak rumah sakit, kondisi korban masih dalam penanganan intensif dengan fokus menjaga fungsi dan struktur organ yang terdampak.
"Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya sehingga memerlukan tindakan lanjutan guna mendukung proses penyembuhan," kata Azedo, Minggu (28/3/2026).
Dia menjelaskan dalam tiga hari terakhir tim medis menemukan adanya iskemia atau kekurangan aliran darah pada area bawah sklera mata kanan sekitar 40 persen yang memicu penipisan jaringan.
Sebagai tindak lanjut, pada 25 Maret 2026 korban telah menjalani operasi terpadu yang melibatkan dokter spesialis mata dan bedah plastik
Dalam prosedur tersebut dilakukan pemindahan jaringan untuk menutup area terbuka, pemasangan membran amnion, serta pemasangan kembali lensa pelindung mata.




















































