jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kepala Sekolah SMP Pasundan 1 Kota Bandung Nana Mulyana memastikan, siswa yang tertimpa bangunan ambruk sebagian sudah pulang, Hanya tersisa dua siswa dan satu pekerja yang masih mendapat perawatan di RS Bandung Kiwari.
Nana menjelaskan, peristiwa ini terjadi saat siswa sedang belajar mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di laboratorium komputer.
Pukul 11.00 WIB, sebagian siswa sudah selesai dan akan pergantian mata pelajar lain di kelas yang ambruk. Guru pelajaran lain pun sudah ada di sana untuk mengajar.
Namun, saat sebagian siswa ke ruangan, atap bangunan tiba-tiba ambruk. Guru yang mengajar pun sempat memberi pertolongan pada siswa agar bisa segera keluar kelas.
"Jadi memang lagi istirahat dan menunggu pergatian jam. Beberapa orang ada yang sudah selesai di laboratorium dan masuk ke kelas (yang ambruk)," kata Nana ditemui di sekolah, Senin (3/11/2025).
Menurut Nana, sekilas kondisi bangunan sebenarnya bagus. Dia memprediksi karena beberapa hari ke belakang terjadi hujan deras, ada kebocoran dan rembesan pada atap termasuk pondasi kayu.
Dia menyebut bahwa SMP Pasundan 1 sebenarnya sedang melakukan perbaikan di beberapa kelas. Namun, memang seluruh kelas diperbaiki dan ada ruangan yang harus dipakai secara bergantian termasuk yang kelasnya ambruk.
"Jadi mungkin lama-lama berat (atapnya) dan mungkin kejadiannya karena itu (hujan deras)," tuturnya.



















































