jatim.jpnn.com, SURABAYA - Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Surabaya meluruskan informasi yang beredar terkait status terduga pelaku pelecehan seksual terhadap atlet menembak. Organisasi tersebut menegaskan yang bersangkutan bukan pelatih resmi Perbakin Surabaya sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya.
Ketua Harian Perbakin Surabaya Hadi Susilo mengatakan terduga memang dikenal aktif di lingkungan olahraga menembak dan membuka pelatihan privat.
Namun, pelatihan privat tersebut dilakukan secara pribadi dan bukan program resmi yang berada di bawah naungan Perbakin Surabaya.
“Banyak beredar di media bahwa terduga adalah pelatih Perbakin Surabaya. Kami menyatakan itu tidak benar. Yang bersangkutan bukan pelatih resmi Perbakin Surabaya,” kata Hadi, Sabtu (13/6).
Menurut Hadi, terduga memiliki tempat pelatihan menembak bernama Lasapa yang beroperasi di kawasan lapangan tembak Perbakin Jawa Timur. Namun, penggunaan lokasi tersebut hanya sebatas penyewaan tempat dan tidak berkaitan dengan program pembinaan resmi Perbakin Surabaya.
“Yang betul adalah terduga punya les privat dan kebetulan pelatihannya berada di area Perbakin Jawa Timur. Itu bukan kegiatan resmi Perbakin Surabaya,” ujarnya.
Penegasan serupa disampaikan Ketua Dewan Etik dan Disiplin Perbakin Surabaya Antonius Mega. Dia menjelaskan seseorang baru dapat disebut sebagai pelatih resmi apabila memiliki sertifikasi kepelatihan dan ditunjuk melalui surat keputusan organisasi.
Menurutnya, terduga tidak memiliki sertifikat pelatih yang diakui Perbakin. Sertifikat yang dimiliki hanya terkait cabang tembak reaksi dan tugas sebagai petugas pertandingan atau range officer.



















































