jpnn.com, JAKARTA - Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kemendagri Katarina Rambu Babang menghadiri Seminar on Ethnic Policy and Practice in Belt and Road Countries yang diselenggarakan oleh International Business Officials Training Institute (IBOTI), Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok di Beijing, belum lama ini.
Katarina Rambu Babang yang merupakan perempuan asal Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tampil mewakili para peserta internasional untuk menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pengelolaan keberagaman dalam kehidupan berbangsa.
PAda kesempatan itu, Katarina Rambu memperkenalkan Indonesia sebagai negara besar yang dibangun di atas fondasi kemajemukan.
Di hadapan pejabat dan peserta dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Ekuador, Malaysia, Sudan Selatan, Nigeria, Laos, dan Gambia, Rambu menegaskan keberagaman merupakan kekuatan utama yang menyatukan Indonesia.
"Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang terdiri dari 17 ribu pulau, 700 bahasa dan 1.300 suku dengan jumlah penduduk 287 juta jiwa serta luas wilayah 1.800.000 kilometer persegi. Namun, kami disatukan oleh satu prinsip dasar yakni Pancasila sebagai nilai dasar yang menyatukan kami dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Rambu saat membuka pidatonya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Indonesia mampu menjaga persatuan di tengah keragaman etnis, bahasa, agama, dan budaya yang membentang dari Sabang hingga Merauke.
Menurutnya, keberagaman bukanlah tantangan yang memecah belah, melainkan modal sosial yang telah memperkuat Indonesia selama puluhan tahun.
Dalam kesempatan itu, Rambu juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seminar yang mempertemukan peserta dari berbagai negara dalam satu forum dialog dan pembelajaran bersama.






















































