Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Pastikan Layanan Lebih Inklusif

5 hours ago 20
LRT Jakarta Manggarai-Kelapa Gading berhenti di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta maaf atas penundaan peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Penundaan tersebut juga disampaikan kepada warga yang sebelumnya telah menyesuaikan perjalanan menyusul rencana rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Manggarai.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim menjelaskan, perubahan jadwal peresmian dilakukan bukan karena pembangunan jalur LRT belum selesai. Pemprov DKI justru ingin memastikan seluruh fasilitas pendukung dan pelayanan kepada masyarakat sudah siap sebelum layanan tersebut diresmikan.

Menurut Chico, kesiapan itu tidak hanya berkaitan dengan sarana utama LRT, tetapi juga akses bagi berbagai kelompok masyarakat. Pemerintah ingin memastikan pengguna dapat berpindah moda dengan mudah, memperoleh informasi yang jelas, serta mendapatkan layanan prioritas ketika menggunakan transportasi publik tersebut.

“Fasilitas akses, informasi, hingga layanan prioritas perlu dipastikan lengkap sebelum peresmian, termasuk penyandang disabilitas, lansia, anak, dan warga yang berpindah moda di Manggarai,” jelas Chico di Jakarta, Rabu (26/8).

Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil agar layanan LRT Kelapa Gading-Manggarai sejak awal dapat digunakan secara nyaman oleh masyarakat. Pemprov DKI juga menyadari bahwa rencana peresmian sebelumnya telah membuat sebagian warga melakukan penyesuaian perjalanan.

Karena itu, permintaan maaf disampaikan kepada masyarakat yang telah mempersiapkan perjalanan berdasarkan jadwal peresmian sebelumnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan pembangunan fisik LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah mencapai 100 persen. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebut rel dan jalur layang LRT sudah rampung.

Saat ini, tahapan yang masih harus dilakukan adalah pengujian oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Pengujian tersebut menjadi bagian penting sebelum layanan LRT dapat beroperasi secara penuh untuk masyarakat.

Selain kesiapan layanan, persoalan tarif juga menjadi perhatian warga. Pramono sebelumnya memastikan tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai tetap Rp5.000 selama masa awal operasional hingga Oktober 2026.

Setelah masa transisi tersebut berakhir, Pemprov DKI Jakarta akan menentukan tarif berikutnya. Pemerintah juga membuka kemungkinan pemberlakuan tarif khusus bagi kelompok pengguna tertentu.

“Ada kemungkinan, angkanya nanti kita memberikan kado sesuatu lah. Tapi nanti kami putuskan,” kata Pramono.

Kebijakan tarif tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi publik. Terlebih, Pemprov DKI tetap mempertahankan layanan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat di Jakarta.

Dengan selesainya pembangunan fisik, perhatian kini beralih pada kesiapan operasional dan pelayanan. Penundaan peresmian diharapkan menjadi kesempatan untuk memastikan LRT Kelapa Gading-Manggarai tidak hanya selesai secara infrastruktur, tetapi juga siap digunakan seluruh lapisan masyarakat dengan aman, mudah, dan nyaman.

Read Entire Article
| | | |