jpnn.com, SURABAYA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan melakukan rangkaian kunjungan kerja strategis di wilayah Jawa Timur, Rabu (1/7/2026).
Dalam safarinya tersebut, ia menekankan dua agenda krusial bagi masa depan korporasi.
Kedua agenda itu yakni membangun budaya kepemimpinan kolaboratif yang adaptif di tengah transisi energi, serta menegaskan implementasi aspek keselamatan kerja sebagai prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.
Mengawali agendanya, Iriawan hadir sebagai narasumber dalam Sharing Session bersama sekitar 200 Perwira Pertamina dari berbagai entitas Pertamina Group di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Surabaya. Forum ini dirancang sebagai wadah penguatan visi bersama guna menyiapkan seluruh lini insan perusahaan dalam menghadapi dinamika industri energi global yang kini memasuki era perubahan besar.
Dalam paparannya, Iriawan menjelaskan bahwa industri energi saat ini berada di titik persimpangan kritis yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni transisi energi, disrupsi teknologi, serta meningkatnya ekspektasi para pemangku kepentingan.
Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya untuk siap berselancar di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang menuntut pengambilan keputusan cepat di tengah ketidakpastian.
"Kepemimpinan bukanlah soal jabatan di atas kertas, melainkan soal aksi, integritas, dan bagaimana kita mampu mengayomi tim di lapangan. Seorang pemimpin harus hadir, memberi contoh, dan menjadi solusi bagi organisasinya," tegas Iriawan di hadapan para Perwira Pertamina.
Mantan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini juga meminta seluruh Perwira untuk segera meruntuhkan sekat-sekat birokrasi yang kerap menghambat laju inovasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi lintas fungsi yang cair demi menyatukan gerak langkah subholding downstream di bawah bendera Pertamina, di mana setiap individu wajib memelihara rasa kepemilikan yang tinggi terhadap target perusahaan.





















































