jpnn.com, BALI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) berkolaborasi guna melakukan pendaftaran dan pengelolaan nama domain .Bali.
Kerja sama itu diperkuat dengan penandatangan Kesepakatan Bersama antara Pandi dan Pemprov Bali yang dilaksanakan di Gedung Jaya Sabha, Bali, Kamis (27/11).
Kebijakan itu menandai babak baru bagi Bali untuk tampil sebagai regional yang tidak hanya kuat sebagai pariwisata, tetapi juga berdaulat di ruang digital global.
Ketua PANDI John Sihar Simanjuntak mengatakan nama domain tingkat tinggi geografis menjadi simbol identitas daerah dan sarana memperkuat posisi suatu wilayah di ruang digital.
Menurut dia, sejumlah kota besar dunia memanfaatkan domain geografis seperti .tokyo, .paris, atau .nyc untuk meningkatkan visibilitas brand, mendukung sektor ekonomi dan memperkuat layanan publik digital.
Hal ini juga mampu menguatkan citra sekaligus juga memberikan ruang digital resmi bagi komunitas lokal.
"Kehadiran .Bali diharapkan membawa nilai lebih karena Bali bukan hanya sebuah wilayah geografis, tetapi juga representasi budaya, pariwisata, dan kreativitas yang telah dikenal secara global," ungkap John Sihar.
Identitas digital ini akan menjadi wadah resmi yang mempersatukan narasi Bali dalam bentuk yang modern dan mudah diakses masyarakat luas.






















































