jpnn.com - BEKASI – Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir - Surabaya Pasar Turi dan KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST) terjadi pada Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB.
Satu kendaraan milik perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia punya keterkaitan dengan kecelakaan tersebut
Pihak Perusahaan Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan terkait kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan mereka dengan kereta yang sedang melintas di area perlintasan kereta dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
Dalam keterangan tertulis yang dibagikan di akun perusahaan di Instagram @id.greensm pada Selasa, Green SM Indonesia menyatakan perusahaan telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang berkenaan dengan insiden kecelakaan tersebut.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.
Perusahaan menegaskan komitmen untuk menerapkan standar keselamatan guna memastikan keamanan pengguna layanan maupun masyarakat luas.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan.
Kecelakaan yang melibatkan kereta api jarak jauh dan kereta api komuter pada Senin (27/4) terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan sejumlah orang terluka.















.jpeg)





































