jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 tak hanya menjadi panggung pelestarian budaya Sunda, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai daerah di Jawa Barat.
Berdasarkan data penyelenggara, total perputaran ekonomi dari rangkaian kegiatan budaya tersebut mencapai Rp60,67 miliar di sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat.
Jika ditambah dengan belanja langsung selama pelaksanaan event sebesar Rp24,3 miliar, total perputaran ekonomi yang tercipta mencapai lebih dari Rp80 miliar.
Total estimasi penonton yang menghadiri rangkaian kirab budaya itu mencapai 1.213.500 orang.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi penonton di titik start, area finish, hingga masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalur kirab.
Kota Bandung menjadi daerah dengan jumlah penonton terbesar, yakni mencapai 281 ribu orang dengan estimasi perputaran ekonomi sekitar Rp14,05 miliar.
Disusul Sumedang sebanyak 170 ribu penonton dengan potensi ekonomi Rp8,5 miliar, serta Cianjur mencapai 165 ribu penonton dengan estimasi Rp8,25 miliar.
Sementara itu, Tasikmalaya mencatat sekitar 120 ribu penonton dengan estimasi perputaran ekonomi Rp6 miliar, Ciamis sebanyak 106 ribu penonton senilai Rp5,3 miliar, dan Cirebon sekitar 97.500 penonton dengan estimasi Rp4,87 miliar.



















































