jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah memulai sensus ekonomi 2026. Sensus ekonomi merupakan pendataan seluruh pelaku usaha di Indonesia yang nantinya digunakan sebagai fondasi perumusan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menjadi salah satu warga negara yang didata dalam sensus 10 tahun sekali itu.
Proses pendataan dilakukan di Pura Pakualaman, Kota Yogyakarta pada Rabu (24/6).
Sri Paduka berharap petugas sensus dapat mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya.
"Masyarakat memiliki karakter yang beragam. Mungkin perlu ada penyederhanaan dalam penyampaian agar lebih mudah diterima," katanya.
Kemampuan petugas dalam membangun komunikasi menjadi salah satu ujung tombak keberhasilan sensus ekonomi ini.
"Petugas lapangan harus dowo ususe dan jembar sabare karena kadang ada yang senang mengobrol, ada yang membutuhkan penjelasan lebih dan berbagai kondisi lainnya," ucap Sri Paduka.
Plt Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyunungsih mengatakan bahwa pelaksanaan sensus ekonomi dilakukan dengan standar yang sama bagi seluruh responden.


















































