jpnn.com, JAKARTA - PLN Indonesia Power (PLN IP) dan Huawei menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk pengembangan solusi transformasi digital di pembangkit listrik.
Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk inspeksi cerdas serta penguatan sistem Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), sebagai bagian dari upaya mempercepat digitalisasi dan mendukung transisi energi nasional.
Kerja sama strategis ini menandai langkah penting PLN IP dalam menghadirkan inovasi teknologi di sektor ketenagalistrikan.
Studi bersama akan dilakukan di PLTU Banten 3 Lontar, unit pembangkitan yang menjadi lokasi uji kelayakan penerapan teknologi digital berbasis AI.
Selain pengembangan AI untuk intelligent inspection, kerja sama ini juga mencakup digitalisasi HSSE, penguatan keamanan siber, serta integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung operasional pembangkit.
Studi akan melibatkan aspek teknis, keselamatan, bisnis, hukum, risiko, hingga lingkungan, sebagai dasar pengambilan keputusan untuk implementasi proyek percontohan (pilot project).
Sebagai bagian dari komitmen menuju transformasi digital dan mendukung target transisi energi nasional, PLN Indonesia Power menggandeng Huawei untuk menghadirkan inovasi teknologi di sektor pembangkitan listrik.
Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi operasional, tetapi juga pada peningkatan keselamatan kerja, keamanan, dan keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Dengan studi bersama ini, kedua perusahaan berupaya menciptakan fondasi kuat bagi penerapan solusi digital yang mampu menjawab tantangan industri ketenagalistrikan di era modern.






















































