jatim.jpnn.com, SURABAYA - Paguyuban petani tambak ikan di Kelurahan Keputih, Surabaya memprotes proyek pembangunan lapangan padel di kawasan perumahan Eastern Park yang diduga menyerobot sempadan dan aliran sungai.
Bangunan lapangan padel dengan panjang sekitar 100 meter itu dikhawatirkan merusak ekosistem serta fungsi sungai, karena urugan pondasi dinilai terlalu maju hingga mempersempit aliran air.
Salah seorang petani tambak, Wahadi (64) mengatakan penyempitan sungai berpotensi memperparah banjir, terutama saat terjadi hujan deras bersamaan dengan air laut pasang.
“Aliran sungai di sini berfungsi mengalirkan kiriman air dari atas ke muara. Ini sodetan sungai besar Jagir. Selain itu juga untuk menampung air laut saat pasang,” kata Wahadi, Rabu (4/2).
Menurut dia, meski tanpa penyempitan, banjir sudah sering terjadi di wilayah Keputih, khususnya di RT 004 RW 002. Kondisi itu diprediksi akan semakin parah jika proyek lapangan padel terus berjalan.
“Pemukiman warga dan jalan sering terendam ketika hujan, saat laut pasang, apalagi kalau dua-duanya terjadi bersamaan,” ujarnya.
Wahadi menambahkan, jika banjir meluas, area tambak warga di pesisir juga akan terdampak. Ia menyebut proyek tersebut mengancam sekitar 1.300 hektare tambak yang dikelola ratusan petani.
“Di sekitar aliran sungai dan pesisir ini ada sekitar 1.300 hektare tambak, dengan kurang lebih 160 pengelola dan ribuan petani tambak,” ungkapnya.



















































