jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Atmosfer panas pertandingan Derbi Mataram antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo dalam lanjutan BRI Super League pada Jumat (6/2) mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Polres Bantul memastikan akan menerjunkan 341 personel gabungan untuk mengawal laga bergengsi tersebut agar berjalan kondusif.
Petugas di lapangan dijadwalkan akan menjaga ketat aktivitas suporter, mulai dari titik keberangkatan hingga di setiap pintu masuk Stadion Sultan Agung (SSA).
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan bahwa kepolisian akan mengutamakan pendekatan persuasif kepada para suporter. Meski begitu, pihak keamanan tidak akan menoleransi tindakan anarkis.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis, tetapi tetap akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang berbuat rusuh atau mengancam jalannya pertandingan," tegas Iptu Rita pada Kamis (5/2).
Sebagai langkah preventif, polisi memberlakukan larangan ketat terhadap barang-barang berbahaya. Penonton dilarang keras membawa kembang api dan flare, senjata tajam, dan minuman keras.
Polisi juga mengimbau agar para suporter tidak melakukan konvoi di jalan raya setelah laga usai guna menjaga ketertiban umum.
Dari sisi penyelenggaraan, Ketua Panpel PSIM Yogyakarta Wendy Umar Seno Aji menyebut bahwa total kuota yang disediakan adalah 9.000 penonton.
Penjualan tiket dilakukan melalui dua wadah resmi suporter untuk memastikan filter keamanan yang lebih baik.



















































