jpnn.com, JAKARTA - Empat laga uji coba pramusim ternyata belum membuat PSIM Yogyakarta sepenuhnya puas.
Hasil imbang 1-1 melawan Persekabpas Pasuruan justru menjadi bahan evaluasi bagi Laskar Mataram, untuk membenahi sejumlah persoalan sebelum Super League 2026/2027 dimulai.
PSIM menjadikan rangkaian uji coba sebagai ajang untuk mengukur kesiapan tim secara menyeluruh.
Bukan sekadar mengejar kemenangan, tim pelatih ingin menemukan celah yang masih harus diperbaiki, mulai dari kondisi fisik, taktik hingga koneksi antarpemain.
Manajer PSIM, Iksan Mahar, mengakui masih ada beberapa titik lemah yang terlihat dalam proses persiapan.
Salah satu sorotan utama berada pada chemistry pemain, terutama setelah hadirnya sejumlah wajah baru di lini depan.
"Kami melihat adanya kekurangan di area tersebut dan hal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan yang terlihat masih mencari cara dan bentuk permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antarpemain," ujar Iksan.
Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi PSIM.






















































