jateng.jpnn.com, MAKASSAR - Hingga Pekan ke-12 BRI Super League, PSM Makassar sudah mengoleksi 28 kartu kuning. Bahkan dalam satu laga, kadang PSM mendapatkan lima pemain yang kena semprit wasit.
Akumulasi pelanggaran itu bikin Komite Disiplin (Komdis) PSSI turun tangan. Hasilnya? Denda melayang. Sampai saat ini, sanksi finansial yang harus ditanggung PSM sudah mencapai Rp200 juta hanya dari kartu kuning.
Belum selesai sampai di situ. Ada pula Rp120 juta tambahan denda buntut ulah suporter dalam laga kandang. Totalnya membengkak hingga Rp320 juta, angka yang jelas bikin wajah manajemen kusut.
Manajer Tim PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin buka suara. Dia mengingatkan para pemain agar lebih menahan diri di lapangan.
“Kami selalu minta untuk menghindari atau meminimalisir kartu. Pemain harus tetap berjuang, tapi jangan boros kartu,” tutur Fajrin.
Dari 17 pemain yang sudah mengantongi kartu, Victor Luiz dan Ricky Pratama, yang masing-masing sudah tiga kali mengoleksi kartu kuning.
Fajrin menegaskan persoalan kartu adalah sumber sanksi terbesar klub musim ini.
“Paling banyak karena kartu kuning. Rp200 juta dari kartu, dan Rp120 juta karena kejadian di luar lapangan. Kami berharap semua punya kesadaran,” ujarnya.



















































