jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Stadion Sriwedari menjadi saksi sengitnya persaingan papan atas Grup B Pegadaian Championship pada Minggu malam (29/3). Duel krusial antara pemuncak klasemen PSS Sleman melawan Kendal Tornado FC berakhir imbang dengan skor 1-1.
Pertandingan yang dipimpin wasit Ginanjar Rahman Latief itu berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal. Meski kedua tim saling jual beli serangan pada babak pertama, kebuntuan baru pecah pada awal paruh kedua.
Laskar Sembada sempat bersorak pada menit ke-51. Berawal dari umpan matang Gustavo Tocantins, penyerang sayap lincah Riko Simanjuntak berhasil mengonversinya menjadi gol pembuka. PSS Sleman unggul 1-0.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan sekejap. Belum sempat PSS menata barisan pertahanan pascaselebrasi, Kendal Tornado FC langsung menyengat balik.
Tepat pada menit ke-52, Dimas Sukarno Putra menggetarkan jala gawang PSS yang dijaga Ega Rizky sehingga mengubah skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Seusai laga, pelatih PSS Sleman Ansyari Lubis mengakui kualitas taktik yang diperagakan lawan. Ia menilai satu poin ini sangat berharga mengingat posisi Tornado FC sebagai kompetitor langsung di zona promosi.
“Kami tahu Tornado punya kekuatan dan taktikal yang bagus. Meski sempat unggul, satu poin ini tetap kami syukuri karena ini pertandingan krusial. Lima pertandingan terakhir akan sangat ketat, apalagi Persipura kemarin menang. Pemain harus lebih fokus lagi," ujar Ansyari.
Bintang lapangan PSS, Riko Simanjuntak juga memberikan apresiasinya terhadap pertahanan lawan yang rapat. Menurutnya, hasil imbang adalah hasil paling adil bagi kedua tim yang tampil sama kuatnya malam itu.

















































