jatim.jpnn.com, SURABAYA - PTPN I Regional 5 mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba sekitar Rp700 miliar atau 0,7 triliun.
Head Region PTPN I Regional 5 Subagiyo mengatakan capaian tersebut didorong oleh kombinasi sektor produksi dan optimalisasi aset perusahaan.
“Alhamdulillah tahun buku 2025 kami bisa membukukan keuntungan sekitar Rp0,7 triliun. Sekitar 60 persen berasal dari produksi, sedangkan 40 persen dari optimalisasi aset,” kata Subagiyo, Selasa (17/3).
Dia menjelaskan komoditas perkebunan masih menjadi tulang punggung kinerja perusahaan, dengan karet sebagai penyumbang terbesar.
“Kinerja kita cukup terangkat dari komoditas karet, kemudian diikuti kopi dan tembakau. Untuk karet kontribusinya sekitar 40 sampai 45 persen,” ujarnya.
Menurutnya, kinerja 2025 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, salah satunya didukung oleh langkah optimalisasi aset, termasuk divestasi untuk kepentingan umum seperti pembangunan infrastruktur.
“Ada beberapa aset yang kita lepas untuk kepentingan umum seperti jalan tol, itu juga mendukung kinerja tahun ini,” jelasnya.
Walakin, untuk tahun 2026 perusahaan menargetkan laba sekitar Rp500 miliar. Target tersebut lebih rendah dibanding capaian 2025 karena tidak adanya faktor non-operasional seperti divestasi aset.

















































