jpnn.com, MUARA ENIM - PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen dalam mendukung pertanian berkelanjutan melalui edukasi pemupukan berimbang kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) dan petani cilik di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (6/7).
Kegiatan edukasi pemupukan berimbang itu merupakan komitmen Pupuk Indonesia dalam pemanfaatan pupuk bersubsidi guna mendukung peningkatan produktivitas dan pertanian yang berkelanjutan.
Pasalnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pupuk, tetapi juga oleh pemahaman petani dalam menggunakannya secara tepat.
"Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh pupuk bersubsidi sesuai haknya, tetapi juga memahami cara penggunaan pupuk yang tepat melalui konsep pemupukan berimbang. Dengan pemupukan yang tepat, produktivitas pertanian diharapkan meningkat, sekaligus menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang," ungkap Officer Pendukung Pemasaran dan Penjualan Departemen Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Taufik Aprizal.
Edukasi pemupukan berimbang, kata Taufik, dilengkapi oleh Tim Mobil Uji Tanah (MUT) Pupuk Indonesia yang memberikan edukasi mengenai kondisi kesuburan tanah serta rekomendasi pemupukan berdasarkan kebutuhan unsur hara tanaman.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penerapan prinsip 5 Tepat, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran.
Menurut Taufik, edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pupuk Indonesia memperkenalkan pertanian modern bagi petani wanita dan petani muda di Muara Enim.
Sebab, lanjutnya, pendampingan teknis MUT menggunakan teknologi pertanian presisi, sehingga pengaplikasian pupuk lebih presisi dan hasilnya optimal.
"Praktik pemupukan berimbang atau presisi menjadikan pengaplikasian pupuk oleh petani lebih efektif dan efisien. Sehingga membantu meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus menjaga kesehatan lahan untuk musim tanam berikutnya," ujar Taufik.
Selain edukasi pemupukan berimbang, Pupuk Indonesia memberikan sosialisasi mengenai mekanisme penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers, mulai dari persyaratan, proses verifikasi data, mekanisme penebusan sesuai alokasi, hingga pengambilan pupuk di kios resmi.
Menurut dia, sistem digital ini memudahkan petani dalam menebus pupuk bersubsidi serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan bagi kios atau PPTS.
"Aplikasi i-Pubers memberikan kemudahan bagi petani dalam menebus pupuk bersubsidi sesuai alokasi secara lebih transparan dan akuntabel. Dengan pupuk yang diperoleh tepat waktu, petani dapat menerapkan rekomendasi pemupukan berimbang secara optimal," tambahnya.
Pupuk Indonesia terus meningkatkan edukasi tentang pemupukan berimbang guna mewujudkan keberlanjutan pertanian.
Dengan membiasakan pemupukan berimbang mulai dari usia sejak dini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian.


















































