jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) merealisasikan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon salah satunya dalam Electricity Connect 2025.
Konferensi dan pameran ketenagalistrikan terbesar di Indonesia yang dihelat di Jakarta International Convention Center (JCC) pada 19-21 November 2025 tersebut itu didapuk sebagai event nol emisi.
Adapun seluruh jejak karbonnya ditukar dengan Sertifikat Pengurangan Emisi.
Sekretaris Jenderal MKI selaku Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan guna menyukseskan agenda nol emisi tersebut, MKI menjalin kerja sama dengan PT PLN Energy Management Indonesia (PT PLN EMI) yang memiliki kapabilitas di bidang Environmental Management, Emission Reduction, dan pengelolaan Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE/Carbon Credits).
PT PLN EMI kemudian memberi dukungan dengan melakukan perhitungan dan penyusunan jejak karbon dari penyelenggaraan Electricity Connect 2025 serta menyediakan SPE untuk kebutuhan carbon offset-nya.
“Carbon offset adalah mekanisme untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari suatu aktivitas dengan cara membiayai proyek hijau di tempat lain yang mengurangi atau menyerap emisi tersebut,” ungkap Arsyadany dikutip, Jumat (28/11).
Menurut Arsyadany, dari perhitungan yang dilakukan PT PLN EMI, diketahui bahwa emisi karbon yang dihasilkan Electricity Connect 2025 adalah sebanyak 869,72 tCO2 dari penerbangan, 42,75 tCO2 dari mobil, dan 8,00 tCO2 dari kelistrikan.
Kemudian total jejak karbon sebanyak 920,47 tCO2 tersebut ditukar dengan SPE dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Muara Karang Blok 3.






















































