jpnn.com, JAKARTA - Nama Arsul Sani sempat mencuat beberapa waktu lalu karena adanya tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.
Ia lantas membantah sekaligus membeberkan fakta mengenai perjalanan akademiknya, terutama saat menempuh pendidikan doktoralnya.
Bahkan, Arsul Sani berani menunjukkan ijazah asli, transkrip nilai, disertasinya dan foto-foto wisuda di Collegium Humanum atau Warsawa Management University, Polandia.
Hal itu dilakukannya melalui konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (17/11/2025).
“Saya menulis disertasi yang berjudul ‘Reexamining The Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counterterrorism Legal Policy: A Case Study on Indonesia with Focus on Post-Bali Bombings Development. Disertasinya ada ini,” ujar Arsul Sani.
Rekam jejak Arsul Sani terentang panjang dari muda hingga sekarang.
Ia tercatat pernah menjadi aktivis, asisten pembela umum LBH Jakarta, lawyer, Direktur perusahaan PMA multinasional, anggota DPR, hingga Hakim MK.
Arsul Sani lahir di Pekalongan, 8 Januari 1964. Setelah menempuh pendidikan dasar dan menengah di kota kelahirannya, Ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada tahun 1987.





















































