jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat standar operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan menyusul temuan ratusan roti berjamur dalam distribusi MBG di Kabupaten Blora beberapa hari lalu.
“Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, di Semarang, Rabu (25/2).
Menurut dia, pengawasan harus diperkuat mulai dari proses pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman makanan ke sekolah. Setiap kelalaian, kata dia, akan ditindak melalui mekanisme audit hingga sanksi tegas.
Gus Yasin menegaskan, program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus sehingga kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi tidak akan dibiarkan.
Jika ditemukan pelanggaran serius atau tidak sesuai standar, SPPG yang bersangkutan bisa dikenai audit menyeluruh, bahkan berpotensi ditutup.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menyiapkan penyesuaian pola distribusi MBG selama Ramadan. Langkah tersebut diambil untuk menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.
“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, tetapi juga menghormati kondisi siswa yang berpuasa,” ujarnya.




.jpeg)












































