jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung tengah mendalami dugaan kelalaian prosedur Standart Operating Procedure (SOP) RS Hasan Sadikin Bandung, dalam kasus bayi nyaris tertukar.
Pihak korban yakni Nina Saleha, melalui kuasa hukumnya, mendesak agar pihak rumah sakit membuka CCTV yang merekam insiden di ruang NICU tersebut.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan korban. Penyidik bakal mendalami keterangan dari para saksi, termasuk permintaan rekaman CCTV dibuka ke publik.
"Kalau ke rumah sakit sudah cek, kalau CCTV belum. Nanti kami akan lanjutkan setelah berkoordinasi dengan rumah sakit," kata Anton saat dikonfirmasi, Rabu (15/4/2026).
Selain CCTV, Nina Saleha juga meminta untuk dilakukan tes DNA secara mandiri, guna menindaklanjuti adanya insiden bayinya diserahkan kepada orang lain.
Kata Anton, perihal permintaan tersebut, pihaknya akan coba memfasilitasi.
"Hal tersebut (tes DNA), belum menerima permintaan, kalau pun iya bisa dipastikan akan difasilitasi," ucapnya.
Lebih lanjut, kata Anton, polisi belum bisa memastikan apakah kejadian nyaris tertukarnya bayi Nina dilakukan secara sengaja atau tidak. Kepolisian akan memeriksa SOP yang diterapkan.

















































