jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Logis 08 Anshar Ilo menyampaikan apresiasi terhadap arah kebijakan pemerintah dalam menetapkan target pembangunan lima tahun ke depan hingga 2029 yang menitikberatkan pada penyelesaian masalah fundamental.
Menurut Anshar, pendekatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk tidak lagi terjebak pada proyek-proyek besar yang bersifat simbolik, melainkan fokus pada kebutuhan riil masyarakat.
"Target lima tahun ini sangat tepat karena fokus pada penyelesaian persoalan mendasar, bukan sekadar proyek mercusuar. Ini mencerminkan keberpihakan kepada rakyat,” ujar Anshar dalam keterangannya, Jumat (03/04).
Dia menilai sektor transformasi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu pilar penting yang patut diapresiasi. Program renovasi 300 ribu sekolah yang menjangkau 53 juta siswa dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 32 ribu dapur yang menjangkau 82 juta orang serta membuka 4 juta lapangan kerja disebut sebagai kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Program MBG ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga membuka lapangan kerja besar-besaran. Ini kebijakan yang menyentuh dua aspek sekaligus: kesehatan dan ekonomi,” katanya.
Lebih lanjut, Anshar juga menyinggung rencana pembangunan sekolah rakyat dan nasional yang menyasar sekitar 1 juta siswa, serta pengembangan sekolah unggulan dan 10 kampus internasional sebagai upaya meningkatkan daya saing global.
Tak hanya itu, penyediaan 2 juta layar kelas dan pembangunan 6.000 jembatan sekolah dinilai sebagai bentuk pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.




















































