Selama di Bawah Kendali Trump, Indonesia Sulit Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran

4 hours ago 14

Selama di Bawah Kendali Trump, Indonesia Sulit Jadi Mediator Konflik AS-Israel vs Iran

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ubedilah Badrun. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia bakal susah menjadi mediator konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat dengan keterlibatan Jakarta di Board of Peace (BoP). 

Hal demikian seperti disampaikan akademisi Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Ubedilah Badrun melalui layanan pesan, Senin (2/3).

Menurut Kang Ubed sapaan Ubedilah Badrun, BoP adalah organisasi bentukan Presiden AS Donald Trump.

Dia menilai Indonesia akan sulit dianggap sebagai pihak tengah jika berniat memediasi konflik Iran dengan AS-Israel. 

"Sepanjang Indonesia masih menjadi anggota dari BoP di bawah pimpinan Donald Trump, sepanjang itu pula posisi Indonesia sangat sulit untuk menjadi mediator penyelesaian perang Israel dengan AS vs Iran," kata Kang Ubed, Senin ini.

Belakangan, Presiden RI Prabowo menyatakan kesiapan menjadi fasilitator dialog di tengah kondisi tegang dan membara di kawasan Timur Tengah.

Sikap itu diambil menyusul konfirmasi serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Prabowo bahkan siap bertolak ke Teheran.

Kang Ubed mengatakan Indonesia bisa menjadi penengah dalan konflik Iran vs AS-Israel setelah keluar BoP meski jalan itu tidak mudah.

Pengamat politik Ubedilah Badrun menilai Indonesia bakal susah menjadi mediator konflik antara Iran dengan Israel dan AS. Kenapa?

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |