jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) apt. Steven Victoria Halim mengingatkan masyarakat agar memperhatikan jenis makanan saat minum obat selama menjalankan ibadah puasa.
Menurut Steven, ibadah puasa membuat jadwal minum obat harus disesuaikan dengan waktu makan sehingga pemilihan makanan menjadi faktor penting agar efektivitas obat tetap optimal.
“Secara garis besar, terdapat beberapa jenis makanan yang harus dihindari agar penyerapan obat tetap optimal,” ujar Steven, Rabu (24/2).
Dia menjelaskan makanan tinggi lemak seperti gorengan, makanan bersantan kental, dan jeroan dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga menghambat penyerapan obat di usus.
Selain itu, makanan pedas dan asam seperti sambal atau acar juga sebaiknya dibatasi karena dapat meningkatkan risiko iritasi lambung, terutama jika dikonsumsi bersamaan dengan obat yang memiliki efek samping pada lambung.
Steven juga mengingatkan minuman berkafein seperti kopi, teh kental, dan minuman bersoda berpotensi meningkatkan frekuensi buang air kecil sehingga dapat memicu dehidrasi selama puasa.
Produk susu dan olahannya seperti susu, keju, dan yoghurt juga perlu diperhatikan karena kandungan kalsium dapat mengikat obat tertentu dan menghambat penyerapannya di usus.
Selain itu, makanan penghasil gas seperti kol, sawi, nangka, dan durian dapat memicu kembung yang mengganggu, terutama bagi penderita gangguan lambung.

















































