jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah medis rumah tangga. Salah satu upaya yang diperkuat adalah Gerakan Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) dengan menyediakan puluhan titik pembuangan khusus limbah medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, saat ini terdapat 87 titik dropbox sampah medis yang tersebar di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti apotek, klinik, hingga gerai Kimia Farma.
Fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat tidak lagi membuang obat kedaluwarsa, masker bekas, maupun limbah medis rumah tangga lainnya bersama sampah biasa.
Sekretaris DLH Kota Surabaya Maria Agustin Yuristina mengatakan, limbah medis memerlukan penanganan khusus karena berpotensi membahayakan kesehatan dan mencemari lingkungan apabila dibuang sembarangan.
“Yang paling utama adalah kami sudah memilah dari sumbernya supaya tidak membahayakan dan mencemari lingkungan,” kata Maria, Sabtu (20/6).
Menurut Maria, gerakan ABSO telah diterapkan secara nasional dan terus dikampanyekan di berbagai fasilitas kesehatan. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan dropbox yang tersedia untuk membuang obat-obatan maupun limbah medis tertentu secara aman.
“Kalau untuk dropbox sampah medis kami ada di 87 titik fasilitas kesehatan tingkat pertama. Hampir semua Kimia Farma itu sudah menyediakan dropbox untuk gerakan Ayo Buang Sampah Obat,” ujarnya.
Selain mengedukasi masyarakat, Pemkot Surabaya juga memperkuat pengawasan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (B3) melalui sistem pelaporan digital.



















































