Simak Pidato Mendiktisaintek di Global Sustainable Development Congress 2026

3 hours ago 22

Simak Pidato Mendiktisaintek di Global Sustainable Development Congress 2026

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Sejumlah poin penting disampaikan Mendiktisaintek dalam pidatonya pada acara The Global Sustainable Development Congress 2026, yang digelar di ICE BSD, Selasa (23/6). Foto humas Kemdiktisaintek

jpnn.com - TANGERANG - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus ditopang melalui penguatan kualitas, pemerataan kapasitas antarkampus, serta pembangunan budaya riset dan sains yang kuat.

Indonesia menghasilkan lebih dari 335 ribu publikasi dan lebih dari 1,5 juta sitasi. 

Sejalan dengan hal tersebut, tingkat kolaborasi penelitian internasional Indonesia mencapai 23.7%. Kondisi ini menunjukkan adanya kemajuan sekaligus peluang untuk memperluas jejaring riset global. 

Namun, Menteri Brian menegaskan bahwa riset dan inovasi tidak boleh berhenti pada publikasi semata, tetapi harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat dan menjawab tantangan global.

“Tujuan akhir dari penelitian sendiri adalah apa yang dapat kita sumbangkan kepada masyarakat. Karena pembangunan berkelanjutan bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian dan menerbitkannya. Lebih dari itu, bagaimana dapat menghadirkan dampak dari pekerjaan, pengetahuan, dan penelitian bagi masyarakat,” tutur Mendiktisaintek dalam pidatonya pada acara The Global Sustainable Development Congress 2026, yang digelar di ICE BSD, Selasa (23/6).

Menteri Brian juga menegaskan, budaya riset dan sains merupakan fondasi mewujudkan perguruan tinggi unggul dan berdaya saing global. Mendiktisaintek menuturkan bahwa pengalaman di berbagai perguruan tinggi bereputasi dunia menunjukkan bahwa laboratorium memegang peranan sentral dalam membangun budaya sains dan riset yang produktif. 

Hal tersebut juga didukung oleh dosen dan profesor yang menciptakan atmosfer akademik yang produktif.

Kemdiktisaintek mendorong terciptanya ekosistem jejaring perguruan tinggi yang saling mendukung melalui mekanisme pendampingan dan kolaborasi, sehingga peningkatan mutu pendidikan tinggi dapat berlangsung secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sejumlah poin penting disampaikan Mendiktisaintek dalam pidatonya pada acara The Global Sustainable Development Congress 2026

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |