jpnn.com, JAKARTA - Sekolah Mega Islamic Boarding School Semarang, Jawa Tengah, yang memadukan kurikulum integrasi (Integrated Curriculum dan Islamic Boarding School) sekaligus berwawasan internasional berhasil menorehkan prestasi gemilang.
Hal itu setelah siswa dan guru di sana, lolos dalam program Bina Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Lolosnya siswa dan guru dari sekolah kami menunjukkan kualitas pembelajaran di sekolah ini yang selalu adaptif dan unggul di bidang sains dan teknologi," kata General Manager Mega Islamic Boarding School, RS Dwi Prajitno Wibowo, S.T., M.Pd, Jumat (28/11).
Dwi menyebutkan program Bina Talenta merupakan program bergengsi dari Kemendikdasmen dalam upaya menjawab tantangan menyiapkan SDM Unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), Koding, dan kecerdasan buatan dengan didukung penguatan karakter.
Hal itu menjadi bekal untuk mendapatkan SDM unggul menyonsong era Indonesia Emas 2045.
Program Bina Talenta bertujuan untuk mengembangkan talenta murid dan kapasitas guru sebagai pemandu talenta dalam membina, mendampingi, dan memfasilitasi pengembangan talenta murid di bidang STEM, Koding, dan Kecerdasan Buatan (AI), serta penguatan karakter secara kontekstual dan aplikatif.
"Keberhasilan ini menjadi bukti konkret komitmen sekolah dalam mencetak Talenta Emas Indonesia yang siap bersaing di kancah nasional maupun global," ungkap Dwi.
Mereka yang lolos adalah siswa atas nama Muhammad Iqbal Ramadhan, dan Sangjun Dewanata Park, sedangkan guru pembina unggulan yang lolos atas nama Gatot Susilo.






















































