jateng.jpnn.com, SEMARANG - Sudah tiga pekan warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terisolasi setelah jembatan utama yang menjadi akses penghubung roboh diterjang banjir pada Kamis (15/1) lalu.
Hingga kini, warga terpaksa menyeberangi Sungai Beringin menggunakan getek darurat sederhana berbahan styrofoam, jeriken, bambu, papan kayu, dan tripleks.
Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah menyayangkan mangkraknya proyek pembangunan Jembatan Tambaksari yang hingga kini belum terealisasi.
Dalam peninjauan lapangan, tim Ombudsman Jateng menemukan tumpukan material kerangka jembatan yang dibiarkan terbengkalai dan dipenuhi semak belukar di kawasan tanah bengkok Kelurahan Mangkang Wetan.
Kondisi tersebut ditemukan saat jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga juga sudah terputus.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah Siti Farida menyebut Jembatan Tambaksari merupakan akses vital bagi warga.
Dari hasil pemantauan langsung, pihaknya melihat kelompok rentan harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberang sungai, mulai dari anak-anak yang hendak bersekolah hingga lansia yang membawa sepeda dan menaiki getek darurat.
“Pembangunan jembatan darurat hanya merupakan jawaban sementara. Keselamatan warga tidak dapat ditawar,” ujar Farida dikonfirmasi JPNN.com, Rabu (4/1).


















































