jatim.jpnn.com, JAKARTA - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) resmi memiliki Ketua Umum baru untuk periode 2026–2029. Suroso Isnandar terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) MKI yang digelar akhir pekan lalu, menggantikan Evy Haryadi yang telah menuntaskan masa jabatannya.
Suroso yang juga menjabat Direktur EBT di PT PLN (Persero) itu menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Saya merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan melalui Munas MKI. Jabatan Ketua Umum MKI merupakan amanah besar, terutama dalam upaya negeri ini melaksanakan proses transisi energi,” ujar Suroso dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2).
Dia mengapresiasi kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MKI periode 2023–2026 di bawah kepemimpinan Evy Haryadi bersama Sekretaris Jenderal Arsyadany G. Akmalaputri.
“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada kepengurusan sebelumnya yang telah membawa MKI hingga saat ini. Apresiasi saya sampaikan kepada Pak Ketum Evy Haryadi, Ibu Sekjen Arsyadany, dan seluruh jajaran atas kinerjanya membangun organisasi, termasuk penyusunan Buku Putih hasil pemikiran Dewan Pakar MKI,” tuturnya.
Suroso menegaskan MKI yang berdiri sejak 1998 dan kini berusia 27 tahun merupakan wadah komunikasi, koordinasi, dan konsultasi bagi para pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan. Anggotanya terdiri atas perusahaan ketenagalistrikan, pemerintah, hingga kalangan akademisi.
Dengan komposisi multipihak tersebut, MKI dinilai memiliki peran strategis sebagai motor penggerak lahirnya gagasan dan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan industri ketenagalistrikan nasional, termasuk dalam mendukung proses transisi energi.
Terkait Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah disahkan pemerintah, Suroso menyebut implementasi energi hijau akan menjadi salah satu program utama MKI periode 2026–2029. Dia mengajak seluruh elemen MKI memperkuat sinergi dan kolaborasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

















































