jpnn.com, JAKARTA - Mabes TNI memastikan kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus akan ditangani secara profesional dan transparan.
"Puspom TNI akan bekerja secara profesional ya, kemudian akan transparan ya, sehingga nanti pada tahap-tahap tersebut kita akan tetap akan mengundang dari media," kata Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayor Jenderal Yusri Nuryanto di Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu.
Puspom TNI menahan empat anggota yang berdinas di Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI atas dugaan keterlibatan dalam insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Keempat pelaku itu berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.
Yusri mengatakan keempat terduga tersebut saat ini ditahan di Rutan Pomdam Jaya/Jayakarta sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.
"Untuk terkait tempat penahanannya kita akan melakukan penahanan dititipkan di Pomdam Jaya, di sana ada tahanan supersecurity maximum," ujarnya.
Meski demikian, Yusri belum bisa berkomentar lebih lanjut mengenai motif penyiraman air keras lantaran proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Jadi, kami mohon bersabar ya karena perlu pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada," katanya.




















































