bali.jpnn.com, DENPASAR - Pemkab Jembrana memastikan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) 2026 dilakukan dengan penuh pertimbangan di tengah ancaman resesi global dan dinamika fiskal nasional.
Kehati hatian itu mengingat struktur anggaran Kabupaten Jembrana masih memiliki ketergantungan tinggi pada dana transfer pusat.
Hal ini sekaligus demi menjaga keseimbangan pembangunan daerah.
Sebagai catatan, meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jembrana pada 2025 menunjukkan performa positif dengan kenaikan sebesar Rp 49,8 miliar alias 27 persen, tetapi kenaikan tersebut belum mampu menutupi penurunan drastis pada dana transfer dari pusat yang berkurang hingga Rp 115 miliar.
Persisnya, komponen THR ASN 2026 Pemkab Jembrana dari gaji pokok dan tunjangan melekat dibayarkan 100 persen.
Adapun untuk komponen Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dialokasikan sebesar 50 persen.
Menurut Sekda Jembrana I Made Budiasa, kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat luas.
“Langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian kami dalam merencanakan pengeluaran daerah.




















.jpeg)




























