jatim.jpnn.com, SURABAYA - Penanganan sampah di Kota Surabaya terus dimaksimalkan. Persoalan tersebut kini tidak lagi dibebankan sepenuhnya, kepada pemerintah daerah setempat.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, timbulan sampah bisa mencapai sekitar 1.600 hingga 1.800 ton per hari, baik organik maupun anorganik.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penanganan dari hulu tidak semuanya bermuara di TPA. Dia mendorong berbagai tempat usaha, tanggung jawab mengelola sampah secara mandiri.
“Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sudah menyampaikan pentingnya penyelesaian persoalan sampah dari sumbernya,” ujar Eri, Rabu (25/2).
Menurutnya, untuk sampah organik, penanganan dilakukan melalui 27 rumah kompos yang memiliki kapasitas total pengolahan sekitar 95,17 ton per hari.
Adapun sampah anorganik dikelola melalui 12 TPS 3R dengan kapasitas antara 10 hingga 20 ton per hari. Melalui fasilitas tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan hingga sekitar 50 persen dari kapasitas awal.
“Pengelolaan sampah berada di tangan semua pihak. Mulai dari pemerintah, rumah tangga hingga pelaku usaha,” kata Eri.
Mantan Kepala Bappeko tersebut menekankan, sampah tidak semestinya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan ekonomi apabila dikelola dengan benar.

















































