jatim.jpnn.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya akan menggelar Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 dengan sistem berbasis komputer dan pelaksanaan bertahap.
Skema ini dirancang untuk menyesuaikan keterbatasan perangkat sekaligus menjaga keadilan dan transparansi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati menjelaskan bahwa ujian tidak dilakukan serentak, melainkan dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi.
“Dengan sistem gelombang dan soal berbeda di tiap sesi, kami pastikan pelaksanaan tetap adil bagi seluruh peserta,” jelas Febrina, Sabtu (28/3).
Setiap sesi menggunakan paket soal berbeda, sementara satu perangkat komputer dapat digunakan bergantian oleh beberapa siswa. TKA juga mengadopsi berbagai moda, mulai dari full online hingga semi online.
“TKA tahun ini mengadopsi beberapa moda pelaksanaan, mulai dari full online hingga semi online, baik dengan token online maupun offline untuk mengantisipasi keterbatasan jaringan. Untuk mendukung inklusivitas, siswa dengan disabilitas netra difasilitasi menggunakan screen reader,” jelasnya.
Pelaksanaan TKA di Surabaya diikuti puluhan ribu siswa dari jenjang SD dan SMP, dengan jadwal berbeda di bulan April 2026. Setiap sesi mencakup latihan, ujian utama, serta survei karakter.
“Di tingkat sekolah, penguatan juga dilakukan melalui try out berkala yang disertai analisis hasil,” imbuhnya.

















































