jpnn.com, JAKARTA - Penyedia kebutuhan dapur dan memasak terpercaya di Indonesia, Toko Daging Nusantara hari ini secara resmi membuka gerai ke-40.
Langkah ekspansi ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menghadirkan solusi belanja satu atap (one-stop shopping) yang higienis, lengkap, dan terjangkau langsung ke dekat dapur keluarga Indonesia.
Pembukaan cabang ini juga menjadi momentum awal dari rangkaian keberlanjutan pembukaan gerai-gerai berikutnya yang akan terus dilakukan secara masif ke berbagai wilayah potensial lainnya.
Pembukaan cabang ke-40 ini melambangkan tonggak sejarah (milestone) penting bagi Toko Daging Nusantara yang terus bertransformasi.
Tak hanya dikenal sebagai pusat daging segar berkualitas, gerai-gerai Toko Daging Nusantara kini hadir sebagai destinasi lengkap untuk menyediakan seluruh lini kebutuhan memasak demi memudahkan aktivitas harian masyarakat.
Direktur Marketing Toko Daging Nusantara, Aldi Imam Wibowo menegaskan ekspansi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan para ibu rumah tangga dan pelaku kuliner yang menginginkan kepraktisan tanpa mengorbankan kualitas bahan masakan.
"Pembukaan cabang ke-40 ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Kami menegaskan bahwa Toko Daging Nusantara tidak hanya menjual daging saja, melainkan telah berevolusi menjadi pusat pemenuhan kebutuhan memasak yang sangat lengkap. Mulai dari buah-buahan segar hingga aneka sembako, semuanya tersedia di sini. Kami ingin memastikan setiap konsumen bisa berbelanja dengan nyaman, mendapatkan produk yang terjamin kualitasnya, dan yang terpenting, dengan jaminan harga yang murah dan ramah di kantong," ujar Aldi Imam Wibowo.
"Dapur adalah jantung dari setiap rumah, tempat kebahagiaan keluarga dirajut melalui masakan. Kehadiran gerai ke-40 ini bukan akhir, melainkan jembatan bagi keberlanjutan pembukaan gerai-gerai berikutnya. Kami akan terus melangkah maju untuk memastikan kenyamanan belanja dan keterjangkauan harga ini dapat dinikmati oleh lebih banyak keluarga di Indonesia," sambung dia.






















































