jpnn.com - Industri wewangian di Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan. Kini, preferensi masyarakat mulai bergeser dari aroma yang ringan dan umum menuju parfum yang lebih berkarakter, memiliki kedalaman, serta mampu merepresentasikan identitas diri pemakainya.
Fenomena ini ditandai dengan melonjaknya ketertarikan terhadap parfum khas Timur Tengah. Bahan-bahan premium seperti Oud, Amber, dan Mawar kini menjadi primadona karena karakter aromanya yang kuat, tetapi tetap memberikan kesan elegan.
"Merespons tren tersebut, Aroma Palace hadir sebagai jembatan bagi para pencinta wewangian di tanah air untuk mencicipi kemewahan tradisi parfum asal Dubai," kata Owner Aroma Palace, Ravi, Jumat (3/4).
Sebagai kota yang dikenal dengan warisan parfum berkelas dunia, lanjutnya, inspirasi dari Dubai ini diwujudkan melalui kurasi produk yang berfokus pada pengalaman personal konsumen.
Tidak hanya sekadar menjual produk, Aroma Palace menawarkan ragam aroma yang bisa disesuaikan dengan kepribadian individu, mulai dari kesan yang lembut dan hangat hingga yang bold dan tegas.
Keunggulan dari tren ini adalah kehadiran berbagai merek parfum internasional yang kini lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
"Kami menghadirkan deretan brand ternama seperti Al Haramain dan Armaf, Swiss Arabian dan Ajmal, Riiffs, Emper, Milestone, hingga Le Chameau," kata Ravi.
Kehadiran merek-merek ini memberikan alternatif segar bagi konsumen yang ingin bereksplorasi di luar parfum mainstream yang biasa digunakan sehari-hari.




















































