jateng.jpnn.com, SEMARANG - Beredar data perkiraan harga jual eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi (JBU) untuk April 2026 lengkap dengan logo Pertamina Patra Niaga dan Danantara Indonesia di media sosial (medsos).
Dari data infografis bercap “CONFIDENTIAL” yang berarti bersifat rahasia tersebut menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada perkiraan jual eceran BBM nonsubsidi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Disebutkan dalam data tersebut bahwa kurs tengah melemah 0,34 persen (Rp 58/USD) dari Rp 16.819 menjadi Rp 16.877 per dolar AS.
Di sisi lain, harga indeks pasar (HIP) mengalami kenaikan tajam, terutama untuk Gasoline RON 92 yang naik sekitar 62,44 persen (46,15 USD/bbl) dari 73,91 USD/bbl menjadi 120,060 USD/bbl atau naik 62,99 persen (4.925 Rp/liter) dari 7.818 Rp/lt menjadi 12.744 Rp/lt.
Lalu HIP Gasoil 2500 ppm yang melonjak hingga 90,65 persen (79,08 USD/bbl) dari 87,23 USD/bbl menjadi 166,31 bbl atau naik 91,30 persen (8.425 Rp/liter) dari 9.228 Rp/lt menjadi 17.653 Rp/lt.
Dalam tabel perbandingan tersebut, seluruh jenis BBM nonsubsidi tercatat mengalami kenaikan cukup besar:
- Pertamax: dari Rp 12.300 menjadi Rp 17.850 per liter (naik Rp 5.550).
- Pertamax Green 95: dari Rp 12.900 menjadi Rp 19.150 per liter (naik Rp 6.250).
- Pertamax Turbo: dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.450 per liter (naik Rp 6.350).
- Pertamina Dex: dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.950 per liter (naik Rp 9.450).
- Dexlite: dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.650 per liter (naik Rp 9.450).
Dari data tersebut terlihat bahwa BBM jenis solar nonsubsidi (Pertamina Dex dan Dexlite) mengalami kenaikan paling tinggi, baik secara nominal maupun persentase.
JPNN.com mengonfirmasi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan.

















































