Virus Campak Menular Sebelum Gejala Muncul, PAPDI Tekankan Pentingnya Vaksin

3 hours ago 15

Virus Campak Menular Sebelum Gejala Muncul, PAPDI Tekankan Pentingnya Vaksin

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Forum dan konferensi pers PAPDI bersama media di Senen, Jakarta Pusat. Foto: Romaida/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit campak. 

Penyakit berbasis infeksi virus tersebut memiliki tingkat penularan sangat tinggi dan berisiko menyebabkan komplikasi serius bagi penderitanya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Adityo Susilo menjelaskan virus campak dapat menyebar secara masif melalui percikan liur (droplet) maupun udara (airborne). 

Karakteristik virus yang mampu melayang dan bertahan di udara dalam durasi tertentu meningkatkan risiko penyebaran, terutama di area dengan tingkat interaksi sosial padat.

"Penularannya bisa melalui percikan liur, tapi juga bisa airborne. Artinya virus dapat bertahan di udara dan terhirup oleh orang lain," ujar Adityo dalam konferensi pers di Senen, Jakarta Pusat, baru-baru ini. 

Gejala awal campak pada tahap awal sering kali sulit dikenali, karena menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa. 

Tanda awal campak umumnya dikenali dengan 'tiga C, yang meliputi cough (batuk), coryza (pilek), dan conjunctivitis (mata merah), biasanya disertai kondisi demam tinggi.

Kesamaan gejala tersebut dengan flu biasa sering kali membuat masyarakat abai sebelum bintik-bintik merah muncul di kulit. 

Virus campak dapat menular sebelum gejala muncul, PAPDi menekankan pentingnya vaksin, termasuk bagi kelompok dewasa.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |