kalsel.jpnn.com, PELAIHARI - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Tanah Laut menggarap lahan cetak sawah rakyat seluas 20 hektare oleh warga binaan melalui penanaman padi perdana di Desa Pagatan Besar.
Kegiatan tersebut menonjolkan pembinaan produktif bagi warga binaan dengan melibatkan mereka langsung dalam pengelolaan lahan pertanian, bukan sekadar seremoni penanaman simbolis.
Staf Ahli Bupati Tanah Laut Bidang Kemasyarakatan dan SDM Achmad Taufik mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan agar memiliki keterampilan saat kembali ke masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata pembinaan produktif agar warga binaan memiliki bekal keterampilan dan kedisiplinan,” ujarnya.
Dia menambahkan sektor pertanian dipilih karena memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah bebas.
Lahan seluas 20 hektare yang digarap terdiri atas 10 hektare lahan hibah dan 10 hektare lahan pinjam pakai yang dikelola secara bertahap dengan pendampingan dari penyuluh pertanian.
Program tersebut juga disinergikan dengan kebijakan nasional dalam memperkuat cadangan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.
“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan cadangan ketahanan pangan nasional,” kata Taufik.

















































