1.600 HPR Divaksin Rabies, Duren Sawit Kejar Target Jakarta Bebas Rabies

4 hours ago 18
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) di Sekretariat RW 09 Kelurahan Duren Sawit, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (19/8/2026). Foto: Sudin KPKP Jakarta Timur

KabarJakarta.com – Upaya menjaga Jakarta tetap bebas rabies terus dilakukan melalui vaksinasi hewan penular rabies (HPR). Di Kelurahan Duren Sawit, Jakarta Timur, sebanyak 1.600 HPR telah mendapatkan vaksinasi sepanjang 2026.

Jumlah tersebut sudah mendekati target tahunan sebanyak 1.650 hewan. Vaksinasi dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan agar penyakit rabies tidak kembali muncul dan status Jakarta sebagai wilayah bebas rabies dapat terus dipertahankan.

Kepala Satuan Pelaksana Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kecamatan Duren Sawit, Nur Hikmah, menjelaskan capaian tersebut menjadi hasil dari pelaksanaan vaksinasi yang terus digencarkan di wilayahnya.

“Sudah 1.600 hewan. Mudah-mudahan untuk Kecamatan Duren Sawit tercapai semua, jadi 100 persen. Harapan Sudin KPKP adalah untuk zero rabies (bebas rabies) se-DKI,” kata Nur Hikmah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (20/8).

Vaksinasi di Kelurahan Duren Sawit menjadi salah satu rangkaian terakhir yang dilaksanakan Sudin KPKP Jakarta Timur di wilayah tersebut. Setelah kegiatan selesai, petugas akan melanjutkan program vaksinasi ke kelurahan lainnya.

“Selanjutnya, kegiatan akan kembali dilakukan dari titik awal, di kelurahan-kelurahan lain,” ujar Nur.

Meski angka vaksinasi telah mendekati target, masyarakat yang belum membawa hewan peliharaannya untuk divaksin masih mendapat kesempatan. Sudin KPKP tidak membatasi jumlah hewan yang divaksin meskipun target tahunan telah terpenuhi.

“Walaupun sudah mencapai target, kita tetap tidak menutup kemungkinan. Silakan kalau ada warga yang mau hadir untuk memvaksin. Kita boleh lebih dari target yang akan kita capai,” jelasnya.

Bagi Sudin KPKP Jakarta Timur, vaksinasi bukan hanya dilakukan melalui kegiatan khusus. Program tersebut juga terus didukung dalam berbagai kegiatan masyarakat. Untuk hewan liar, petugas berkoordinasi dengan komunitas agar vaksinasi dapat menjangkau hewan yang berada di luar kepemilikan warga.

Langkah tersebut dinilai penting karena pencegahan rabies tidak cukup hanya mengandalkan vaksinasi hewan peliharaan. Semakin banyak HPR yang mendapatkan vaksin, semakin besar pula perlindungan terhadap masyarakat dari risiko penularan.

Nur berharap kegiatan vaksinasi dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, mempertahankan Jakarta sebagai wilayah bebas rabies membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, pemilik hewan, komunitas, dan masyarakat.

“Harapannya dari Sudin KPKP, kegiatan ini akan berkelanjutan. Dan untuk zero rabies se-DKI tetap dipertahankan,” ucap Nur.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Kelurahan Duren Sawit. Kepala Seksi Ekonomi, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kelurahan Duren Sawit, Putri Rahma Utami, mengapresiasi layanan vaksinasi rabies gratis yang diberikan kepada masyarakat.

Menurut Putri, pemerintah kelurahan membantu menyebarluaskan informasi mengenai vaksinasi melalui jaringan komunikasi di tingkat RW, RT, hingga Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK). Dengan cara itu, informasi dapat lebih cepat diterima pemilik hewan peliharaan.

“Kami mewakili Pemerintah Kelurahan Duren Sawit mengucapkan terima kasih kepada Sudin KPKP Jakarta Timur, karena telah menyelenggarakan vaksinasi rabies secara gratis untuk warga yang memiliki hewan peliharaan, khususnya di wilayah Kelurahan Duren Sawit,” ungkap Putri.

Program vaksinasi tersebut menjadi bagian dari upaya yang lebih luas di Jakarta Timur. Sejak September 2025, tercatat 13.135 HPR di wilayah tersebut telah mendapatkan vaksinasi rabies. Jumlah itu terdiri atas 10.833 kucing, 2.218 anjing, 45 kera, dan 39 musang.

Dengan cakupan vaksinasi yang terus diperluas, pemerintah berharap perlindungan terhadap masyarakat semakin kuat. Bagi pemilik hewan, vaksinasi menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sederhana tetapi penting untuk menjaga kesehatan hewan sekaligus membantu mempertahankan Jakarta tetap bebas rabies.

Read Entire Article
| | | |