Ilustrasi - Sejumlah penumpang KRL Commuter Line memadati peron di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026). Foto: ANTARA
KabarJakarta.com – Perjalanan Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota dan Tangerang yang sempat terganggu akibat insiden tertemper pada Kamis pagi kembali berjalan normal. KAI Commuter melakukan sejumlah langkah untuk mengurai keterlambatan setelah dua perjalanan kereta mengalami gangguan di lintasan berbeda.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan menjelaskan, perjalanan kereta secara bertahap kembali normal setelah proses penanganan terhadap armada yang terdampak selesai dilakukan.
“KAI Commuter terus melakukan normalisasi dan penguraian akibat keterlambatan perjalanan Commuter Line di lintas,” kata Leza dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/8).
Salah satu gangguan terjadi pada Commuter Line Bogor No. 1183 relasi Bogor-Jakarta Kota. Kereta tersebut tertemper orang sehingga mengalami kerusakan pada sistem pengereman. Setelah dilakukan penanganan, perjalanan kereta kembali dapat dilanjutkan menuju Stasiun Manggarai.
Gangguan lainnya terjadi pada Commuter Line Tangerang No. 1914A relasi Duri-Tangerang. Kereta ini tertemper sepeda motor di perlintasan tidak resmi yang berada di antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper.
Kereta yang terlibat dalam kejadian tersebut juga telah dapat dijalankan kembali. Namun, insiden itu sempat berdampak pada perjalanan kereta lain yang melintas di jalur tersebut.
Leza menjelaskan, gangguan pada lintas Bogor berdampak terhadap 10 perjalanan Commuter Line. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, bahkan ada perjalanan yang harus dibatalkan.
“Imbas kejadian itu, sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga 1 jam lebih dan perjalanan dibatalkan. Sedangkan untuk perjalanan Commuter Line Tangerang sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit,” jelas Leza.
Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter sempat menerapkan rekayasa pola operasi. Pada lintas Bogor, perjalanan Commuter Line menggunakan satu jalur antara Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Manggarai.
Sementara pada lintas Tangerang, pola operasi satu jalur diterapkan antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper. Rekayasa tersebut dilakukan agar perjalanan kereta tetap dapat berjalan sembari petugas menangani dampak insiden.
KAI Commuter menyayangkan kejadian tersebut karena gangguan perjalanan tidak hanya berdampak pada kereta yang mengalami tertemper, tetapi juga menyebabkan keterlambatan terhadap banyak perjalanan dan penumpang.
Menurut Leza, masyarakat perlu memahami pentingnya keselamatan di sekitar jalur kereta api. Orang yang tidak memiliki kepentingan dilarang berada di area jalur rel. Pengguna jalan juga wajib memberikan prioritas kepada kereta ketika melintasi perlintasan sebidang.
“KAI Commuter dengan tegas melarang orang yang tidak berkepentingan berada di area jalur rel, dan selalu mendahulukan kereta melintas, saat akan melewati perlintasan sebidang,” kata Leza.
KAI Commuter mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko dengan berada di jalur rel maupun menerobos perlintasan kereta. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan dinilai penting untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga perjalanan Commuter Line tetap lancar.
Dengan penanganan gangguan dan normalisasi yang dilakukan, perjalanan lintas Bogor-Jakarta Kota dan Tangerang kini kembali beroperasi. Namun, pengguna jasa tetap diimbau memperhatikan informasi perjalanan untuk mengantisipasi kemungkinan sisa keterlambatan setelah gangguan.

6 hours ago
20

















































