jatim.jpnn.com, SURABAYA - Komisi A DPRD Kota Surabaya menekankan pentingnya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya warga penerima bantuan sosial.
Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), menyebutkan hanya 1.026.192 KK yang sudah tercatat dalam DTSEN, sedangkan sisanya Sebanyak 181.867 KK belum masuk pembaruan.
Disdukcapil berdalih, 181 ribu KK belum masuk DTSEN karena petugas lapangan kesulitan menemui keluarga.
Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menekankan pentingnya kolaborasi RT/RW, dalam mensosialisasikan pengecekan data warga.
“Kami optimistis dengan dukungan aplikasi dan partisipasi masyarakat, sisa 17 persen ini bisa segera dituntaskan,,” ujar Yona.
Yona berpendapat, dari data akurat, akan lahir sebuah fondasi pembangunan yang tepat sasaran.
Menurutnya, sebagai pilot project nasional dan percontohan bagi 37 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kota Surabaya harus mampu menunjukkan keberhasilan dalam pemutakhiran data sosial ekonomi.
Dia juga mengapresiasi penurunan angka KK, meski masih belum terkonfirmasi sebanyak 181 ribu.
















































