jpnn.com - JOMBANG - Kolumnis Dahlan Iskan menggambarkan adu kekuatan pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang sedang berlangsung di Jombang dengan ringkas.
Salah satunya dengan menyimpulkan adanya tiga lokomotif besar yang menginginkan jagonya menjadi Ketum PBNU.
"Tokoh seperti Gus Ipul –Saifullah Yusuf, sekjen PBNU yang juga menteri sosial kabinet Prabowo– terlihat ingin memasangkan Kiai Miftah dengan Gus Kikin: sebagai Rais Am dan Ketua Umum," tutur Dahlan dalam tulisannya "La Hua".
"Gus Ipul harus berjuang keras agar Gus Kikin, pengusaha migas yang kemudian jadi kiai Pondok Tebuireng, bisa terpilih," imbuh kolumnis yang juga mantan menteri itu.
Menurut Dahlan, Gus Ipul punya cara yang sangat pragmatis.
"Mantan ketua umum Gerakan Pemuda Ansor –underbow militan NU– itu sudah sangat berpengalaman "bertempur" di pemilihan apa pun. Termasuk tiga kali di Pilgub Jatim –dua kali menang, sekali kalah," tutur Dahlan.
Gus Ipul di mata Dahlan, sosok yang banyak belajar dari kekalahannya melawan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim.
"Ia tidak ingin kalah lagi di pemilihan rais am dan ketua umum PBNU. Ia jadi lokomotif tim sukses pasangan Kiai Miftah dan Gus Kikin," tutur Dahlan.






















































