jpnn.com - BANDUNG - Sebanyak empat prajurit TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang menjadi korban luka akibat serangan yang terjadi di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon, masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Wilayah Adchit Al Qusayr diketahui merupakan pos jaga pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Sekarang ada empat orang yang di rumah sakit," kata Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan di rumah duka Kapten Zulmi sebagaimana dikutip Kamis (2/4).
Jenderal bintang dua itu mengatakan bahwa saat ini prajurit TNI yang terluka sudah dalam proses pemulihan dirawat di rumah sakit dan terus dalam pemantauan.
"Kondisi, alhamdulillah kalau yang luka sekarang kondisinya sudah membaik. Ada beberapa yang dioperasi, juga sudah stabil kondisinya. Doakan saja mudah-mudahan di sana segera pulih," ungkapnya.
Mayjen Iwan juga mengabarkan situasi terkini soal rencana pemulangan jenazah prajurit yang gugur di Lebanon.
Iwan mengatakan bahwa ketiga jenazah, yakni Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, rencananya dipulangkan ke Tanah Air pada Jumat (3/4).
"Jumat di pulangkan, ada tiga jenazah," ucapnya.



















































