jatim.jpnn.com, SUMENEP - Sebanyak 805 jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masuk kategori berisiko tinggi (risti). Jumlah itu mencapai lebih dari separuh total 1.330 calhaj yang terdata tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan kategori risiko tinggi didasarkan pada hasil pemeriksaan kesehatan.
"Data calon haji yang berisiko tinggi ini sesuai laporan yang kami terima dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan petugas medis,",” ujar Syamsuri, Sabtu (25/4).
Mayoritas karena faktor usia lanjut dan penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, hingga jantung.
Menurut dia, kondisi tersebut telah dilaporkan kepada panitia penyelenggara ibadah haji agar para jemaah mendapat perhatian khusus selama di Tanah Suci.
Dinas Kesehatan Sumenep juga akan melakukan pendampingan intensif, mulai sebelum keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
"Dinkes yang menjadi mitra Kemenhaj juga inten melakukan pendampingan, baik saat sebelum berangkat, hingga mereka berangkat dan kembali ke tanah air," katanya.
Sementara itu, calhaj asal Sumenep yang dipastikan berangkat pada musim haji tahun ini sebanyak 1.330 orang.

















































