jpnn.com, TAPANULI TENGAH - Sebanyak 912 warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara menjalani kehidupan di ratusan tenda pengungsi yang didirikan oleh pemerintah di kawasan setempat pascabencana hidrometeorologi yang terjadi di akhir November 2025
“Sejauh ini seluruh kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi di pengungsian ini,” kata Lurah Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Polman Pakpahan di Hutanabolon, Senin.
Dia mengatakan untuk kebutuhan pangan seluruh pengungsi mendapatkannya dari dapur umum yang sudah disediakan.
Mereka diberikan makanan dengan lauk pauk dari pemerintah kabupaten, Pemprov Sumut, maupun dari pemerintah pusat.
“Warga ini kami siapkan makanan tiga kali dari dapur umum yang ada menggunakan bahan kebutuhan pokok yang disediakan pemerintah,” kata dia.
Sementara untuk kebutuhan air bersih, total ada sekitar 20 sumur bor yang sudah dibangun pemerintah bersama pihak swasta sejak lokasi pengungsian ini ada.
“Untuk kebutuhan mandi cuci kakus juga telah ada, serta juga ada layanan cuci baju gratis yang disiapkan Kementerian Sosial,” kata dia.
Dia mengatakan total ada 129 tenda dari beragam ukuran yang ada di kawasan tersebut. Ada tenda besar, tenda umum hingga tenda keluarga yang ditempati para pengungsi.






















































