Aksi Menolak Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Objek Penelitian

3 hours ago 22

Rabu, 02 September 2026 – 22:08 WIB

Aksi Menolak Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Objek Penelitian - JPNN.com Jogja

Aksi unjuk rasa menolak ekspor monyet ekor panajng. Foto: Forum United For Primates

jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Masyarakat sipil bersama jaringan organisasi perlindungan satwa Forum United For Primates menggelar aksi serentak di Jakarta dan Yogyakarta pada Selasa (1/9) untuk mendesak Pemerintah Indonesia menghentikan ekspor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).

Aksi ini dipicu oleh kembali diterbitkannya kuota ekspor 1.928 monyet ekor panjang pada tahun 2026 untuk kebutuhan penelitian dan uji coba laboratorium biomedis luar negeri, setelah sempat terhenti sejak 2022.

Bertepatan dengan Hari Primata Internasional, perwakilan forum mendatangi Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Karantina Indonesia (Barantin) di Jakarta.

Mereka menyerahkan surat resmi dan petisi yang diinisiasi oleh JAAN, Action for Primates, dan Lady Freethinker dengan dukungan lebih dari 46.565 tanda tangan.

Aksi Menolak Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Objek PenelitianAksi unjuk rasa menolak ekspor monyet ekor panajng. Foto: Forum United For Primates

"Ketika spesies yang sudah berstatus terancam punah kembali mendapatkan kuota ekspor untuk pengujian toksisitas, pemerintah perlu mempertanyakan apakah kebijakan ini masih dapat dibenarkan," kata Angelina Pane, perwakilan Forum United For Primates.

Di Yogyakarta, aksi damai digelar di Titik Nol Kilometer dengan melibatkan publik, seniman, hingga pegiat satwa seperti Bandizt yang juga bassis band Shaggydog.

Seniman Wanggi Hoed menampilkan pertunjukan pantomim dari dalam kandang besar bersama pemeran berkostum Hanoman, mengkritik praktik uji laboratorium usang yang mengorbankan primata.

Organisasi perlindungan satwa di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa untuk memprotes kebijakan ekspor monyet ekor panjang.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jogja di Google News

Read Entire Article
| | | |