Gubernur BI Baru Dilantik, Menkeu Minta KSSK Lebih Jeli dan Pertajam Indikator Likuiditas

2 hours ago 28

Gubernur BI Baru Dilantik, Menkeu Minta KSSK Lebih Jeli dan Pertajam Indikator Likuiditas

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ANTARA/Imamatul Silfia)

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong KSSK untuk mempertajam indikator stabilitas makro agar tidak lagi kecolongan dalam memetakan tantangan likuiditas perbankan nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap instrumen penilaian kondisi ekonomi dan likuiditas pasar dapat disempurnakan melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar lebih mencerminkan kondisi riil, seusai Bank Indonesia (BI) memiliki gubernur baru.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam menjawab pertanyaan wartawan mengenai koordinasi yang perlu diperdalam seusai dilantiknya Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

“KSSK kan rutin. Kita coba pertajam instrumen-instrumen kita untuk melihat kondisi ekonomi dan likuiditas di pasar, sehingga tidak seperti kemarin-kemarin,” kata Purbaya dalam wawancara cegat (doorstop) di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu.

Berkaca dari kondisi beberapa waktu lalu, Purbaya mengatakan dirinya termasuk terlambat dalam menilai kondisi likuiditas di sistem perekonomian ketika hanya mengandalkan indikator seperti alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) secara umum.

Namun jika ditelaah lebih lanjut, perbankan rupanya mengalami tantangan likuiditas.

“Itu antara lain yang mesti kita perbaiki. Jadi kita ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat riil kondisi di lapangan,” kata Purbaya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi berharap koordinasi dapat terjalin menjadi semakin baik antara OJK dan BI dalam kerangka KSSK, termasuk bersama Kementerian Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Menkeu Purbaya mendorong KSSK untuk mempertajam indikator stabilitas makro agar tidak lagi kecolongan dalam memetakan tantangan likuiditas perbankan nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |